Pemerintah Kota Kotamobagu menghadirkan inovasi transformasi digital melalui pengembangan Agentic Artificial Intelligence (AI) bernama SAGA (Smart Agentic Government Automation). Sistem ini dikembangkan untuk membantu pelayanan kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) secara otomatis, cepat, dan kontekstual.
SAGA terintegrasi langsung dengan aplikasi kepegawaian Pemerintah Kota Kotamobagu bernama SIPASTI melalui protokol Model Context Protocol (MCP) serta menggunakan WhatsApp Business API sebagai media komunikasi antara pegawai dan sistem kecerdasan buatan.
Melalui integrasi sistem pemerintahan secara langsung, SAGA mampu membantu ASN dalam berbagai layanan administratif, seperti:
ASN cukup berinteraksi melalui WhatsApp layaknya berbicara dengan petugas layanan.
Sebagian besar chatbot AI yang digunakan organisasi publik maupun swasta hanya berfungsi menjawab pertanyaan berdasarkan basis pengetahuan tertentu. Chatbot konvensional umumnya belum memiliki kemampuan memahami konteks data pengguna secara langsung.
SAGA hadir dengan pendekatan Agentic AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu:
Keunggulan terbesar SAGA terletak pada penggunaan Model Context Protocol (MCP). Teknologi ini memungkinkan AI berkomunikasi langsung dengan sistem aplikasi pemerintahan secara aman dan kontekstual.
Melalui MCP, SAGA dapat:
Penggunaan AI dalam sektor pemerintahan global masih berada pada tahap awal. Berdasarkan berbagai survei internasional:
Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi seperti SAGA masih tergolong teknologi yang relatif baru dalam ekosistem pemerintahan dunia.
Kehadiran SAGA menunjukkan bahwa transformasi digital pemerintahan tidak harus selalu berasal dari pusat atau negara maju. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana daerah mampu mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan secara mandiri.
Di Indonesia, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pemerintahan mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah instansi pusat maupun daerah telah memanfaatkan teknologi AI, terutama dalam bentuk chatbot layanan publik, analisis data, serta sistem pendukung pengambilan keputusan.
Beberapa kementerian dan pemerintah daerah telah mengembangkan chatbot layanan masyarakat berbasis AI untuk menjawab pertanyaan administratif dan memberikan informasi layanan publik. Namun, sebagian besar implementasi tersebut masih berada pada tahap chatbot informatif yang berfungsi sebagai penyedia informasi atau pusat bantuan digital.
Pendekatan Agentic AI seperti yang diterapkan dalam SAGA masih tergolong sangat baru dalam lingkungan pemerintahan Indonesia. Agentic AI memiliki kemampuan lebih lanjut dibanding chatbot tradisional, karena mampu memahami konteks pengguna, mengakses sistem pemerintahan secara langsung, serta membantu menjalankan proses administrasi secara otomatis.
Hingga saat ini, implementasi AI pemerintahan di Indonesia umumnya masih berfokus pada:
SAGA menghadirkan pendekatan yang berbeda karena menggunakan integrasi langsung ke sistem kepegawaian melalui Model Context Protocol (MCP). Pendekatan ini memungkinkan AI tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memahami kondisi ASN secara real-time dan membantu menjalankan alur layanan kepegawaian.
Dengan pendekatan tersebut, SAGA dapat dikategorikan sebagai salah satu implementasi awal Agentic AI yang digunakan secara operasional dalam layanan kepegawaian pemerintah daerah di Indonesia.
Inovasi ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital pemerintahan di Indonesia mulai bergerak menuju pemanfaatan AI yang lebih adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dengan sistem layanan publik.
