Artificial Intelegent

SAGA, Agentic AI Layanan ASN Pemerintah Kota Kotamobagu Berbasis MCP yang Masih Langka di Pemerintahan Indonesia

Admin - 31 Januari 2026

Pemerintah Kota Kotamobagu menghadirkan inovasi transformasi digital melalui pengembangan Agentic Artificial Intelligence (AI) bernama SAGA (Smart Agentic Government Automation). Sistem ini dikembangkan untuk membantu pelayanan kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) secara otomatis, cepat, dan kontekstual.

SAGA terintegrasi langsung dengan aplikasi kepegawaian Pemerintah Kota Kotamobagu bernama SIPASTI melalui protokol Model Context Protocol (MCP) serta menggunakan WhatsApp Business API sebagai media komunikasi antara pegawai dan sistem kecerdasan buatan.


Layanan Kepegawaian yang Bisa Dilakukan SAGA

Melalui integrasi sistem pemerintahan secara langsung, SAGA mampu membantu ASN dalam berbagai layanan administratif, seperti:

  • Kenaikan gaji berkala
  • Kenaikan pangkat
  • Pengajuan cuti
  • Informasi dan proses pensiun
  • Konsultasi regulasi kepegawaian
  • Monitoring status administrasi ASN

ASN cukup berinteraksi melalui WhatsApp layaknya berbicara dengan petugas layanan.


Bukan Sekadar Chatbot, SAGA Merupakan Agentic AI

Sebagian besar chatbot AI yang digunakan organisasi publik maupun swasta hanya berfungsi menjawab pertanyaan berdasarkan basis pengetahuan tertentu. Chatbot konvensional umumnya belum memiliki kemampuan memahami konteks data pengguna secara langsung.

SAGA hadir dengan pendekatan Agentic AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu:

  • Memahami kondisi dan data pegawai secara real-time
  • Memberikan rekomendasi administrasi berbasis status ASN
  • Membantu menjalankan proses layanan kepegawaian
  • Mengelola alur kerja pelayanan secara otomatis

MCP Menjadi Pembeda Utama SAGA

Keunggulan terbesar SAGA terletak pada penggunaan Model Context Protocol (MCP). Teknologi ini memungkinkan AI berkomunikasi langsung dengan sistem aplikasi pemerintahan secara aman dan kontekstual.

Melalui MCP, SAGA dapat:

  • Mengakses data SIPASTI secara langsung
  • Menyesuaikan layanan berdasarkan kondisi pegawai
  • Menghubungkan berbagai modul kepegawaian secara terpadu
  • Menjaga kesinambungan konteks percakapan dengan data aktual

Teknologi Serupa Masih Terbatas di Pemerintahan Dunia

Penggunaan AI dalam sektor pemerintahan global masih berada pada tahap awal. Berdasarkan berbagai survei internasional:

  • Sekitar 26% organisasi pemerintahan telah mengintegrasikan AI secara luas
  • Hanya sekitar 12% yang telah menggunakan generative AI dalam layanan publik
  • Sekitar 77% negara baru menggunakan AI dalam setidaknya satu fungsi pemerintahan
  • Hanya sekitar 33% negara yang telah menggunakan AI secara menyeluruh
  • Implementasi generative AI lanjutan masih berada di bawah 5%

Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi seperti SAGA masih tergolong teknologi yang relatif baru dalam ekosistem pemerintahan dunia.


Inovasi Lokal Menuju Smart Government

Kehadiran SAGA menunjukkan bahwa transformasi digital pemerintahan tidak harus selalu berasal dari pusat atau negara maju. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana daerah mampu mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan secara mandiri.

 


Posisi SAGA dalam Ekosistem AI Pemerintahan Indonesia

Di Indonesia, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pemerintahan mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah instansi pusat maupun daerah telah memanfaatkan teknologi AI, terutama dalam bentuk chatbot layanan publik, analisis data, serta sistem pendukung pengambilan keputusan.

Beberapa kementerian dan pemerintah daerah telah mengembangkan chatbot layanan masyarakat berbasis AI untuk menjawab pertanyaan administratif dan memberikan informasi layanan publik. Namun, sebagian besar implementasi tersebut masih berada pada tahap chatbot informatif yang berfungsi sebagai penyedia informasi atau pusat bantuan digital.

Pendekatan Agentic AI seperti yang diterapkan dalam SAGA masih tergolong sangat baru dalam lingkungan pemerintahan Indonesia. Agentic AI memiliki kemampuan lebih lanjut dibanding chatbot tradisional, karena mampu memahami konteks pengguna, mengakses sistem pemerintahan secara langsung, serta membantu menjalankan proses administrasi secara otomatis.

Hingga saat ini, implementasi AI pemerintahan di Indonesia umumnya masih berfokus pada:

  • Chatbot layanan informasi publik
  • Analisis data statistik pemerintahan
  • Sistem pendukung kebijakan berbasis data
  • Automasi layanan administrasi terbatas

SAGA menghadirkan pendekatan yang berbeda karena menggunakan integrasi langsung ke sistem kepegawaian melalui Model Context Protocol (MCP). Pendekatan ini memungkinkan AI tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memahami kondisi ASN secara real-time dan membantu menjalankan alur layanan kepegawaian.

Dengan pendekatan tersebut, SAGA dapat dikategorikan sebagai salah satu implementasi awal Agentic AI yang digunakan secara operasional dalam layanan kepegawaian pemerintah daerah di Indonesia.

Inovasi ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital pemerintahan di Indonesia mulai bergerak menuju pemanfaatan AI yang lebih adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dengan sistem layanan publik.